Selasa, 05 September 2017

Pentingnya Akhlak.




By : Bambang Wijonarso
dakwahrenunganhati.blogspot.com

       Hidup di abad modern dewasa ini tidak mudah. Mengapa? Karena penduduk semakin bertambah sementara alat pemenuhan kebutuhannya semakin terbatas. Ambil saja satu contoh: semakin banyak lahan di pedesaan yang tadinya berfungsi sebagai lahan pertanian untuk menghasilkan beras dan bahan makanan lainnya, kini sudah dijadikan lahan untuk perumahan atau untuk yang lain.Corak hidup keras ini, terutama tampak menonjol di perkotaan. Saudara-saudara kita yang belum memiliki pekerjaan, termasuk tamatan perguruan tinggi, semakin banyak berdatangan ke kota untuk mencari pekerjaan. Akibatnya mudah terjadi berbagai benturan kepentingan sehingga menjadi salah satu penyebab utama naiknya kriminalitas di kota. Untuk dapat bertahan dengan selamat dalam menghadapi hidup keras ini, perlu diperhatikan beberapa hal. Antara lain menjaga kepribadian atau akhlak, sebab manusia yang tengah menghadapi kesulitan hidup mudah sekali tergoda untuk melakukan hal-hal yang tidak terpuji asalkan dapat bertahan hidup. Bahkan sering kita mendengar ungkapan: Jangankan barang halal, barang haram pun sudah sulit diperoleh.Oleh karena itu untuk dapat kita selamat, terhindar dari godaan-godaan yang dapat membuat kita terperosok kedalam perbuatan-perbuatan tidak terpuji, maka hendaklah kita berhati-hati.
        Selayaknyalah kita selalu waspada terhadap semua godaan hidup. Kita juga senantiasa berusaha/bekerja keras untuk memperbaiki nasib kita sesuai firman Allah ''Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya.'' (al-Ra'ad: 11).Namun demikian, senantiasa perlu diperhatikan ketika sewaktu-waktu ada pihak yang mengajak kita untuk mencari tambahan nafkah, jangan terlalu cepat menerima ajakan tersebut. Sebab banyak di antara mereka yang ingin menipu kita. Kalau kita memiliki kedudukan, mungkin kedudukan kita akan dimanfaatkan untuk mendapatkan sesuatu. Atau bila kita memiliki sedikit modal dan kita diajak berkongsi, hendaklah berhati-hati pula karena banyak yang amblas (bangkrut), akibat terperangkap tipuan.Hal-hal seperti itu, seakan sudah lazim terjadi di kota. Tidak sedikit manusia di perkotaan yang menampakkan diri sebagai pengusaha bonafide, memakai mobil baru (pinjaman atau sewaan), berpakaian perlente (berdasi), namun sesungguhnya mereka bermaksud mengelabui untuk dapat memperoleh keuntungan dari kita.    
    Untuk mengatasi hal semacam itu, sikap tabah dan sabar dalam menghadapi hidup dan konaah (merasa cukup apa yang telah diperoleh) kehidupan terutama di kota sangat diperlukan. Janganlah mudah terpengaruh pada hal-hal yang indah di mata, namun sesungguhnya adalah pancingan untuk memerosokkan kita ke dalam perbuatan maksiat. Perkuatlah iman karena berbagai godaan yang menarik akan selalu datang. Hanya orang yang kuat imannya sajalah yang dapat selamat. Perbanyaklah ibadah terutama salat karena Allah berfirman: ''Sesungguhnya salat itu adalah mencegah kita berbuat keji dan mungkar.''(al-Ankabut: 45).
    Coba kita lihat gaya hidup yang mengedepankan keduniawian seperti gampang sekali melakukan kridit (pola hidup konsumtif) dengan hal-hal yang tidak diperlukan yang akhirnya pusing sendiri saat membayarnya? Pola akhlak lah yang dapat menyelamatkan manusia melalui keimanan dan ketakwaan serta konsistensi kebaikan yang diperoleh melalui “menuntut Ilmu”.
Akhlak yang terbaik hanyalah Rosulullah SAW, sehingga melalui ajarannyalah kelak kita dapat mendekati akhlak yang baik dan selamat menempuh hidup baik dunia maupun akherat. Seorang yang taat pada ajaran agamanya, akan selaras antara apa yang dipikirkan, diucapkan, dan dilakukannya. Ajaran agama ada dalam denyut nadinya, dan menjadi akhlak kesehariannya. Saudaraku, mari kita raih akhlak yang sempurna dari contoh yang sangat sempurna (Muhammad Rosulullah SAW).

Wallahu a’lam bisha-shawab
Renungan Hati.
Abu Alby Bambang Wijonarso

Tidak ada komentar:

Posting Komentar